Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Investor Pantau Level Termurah

Rabu, 14 Januari 2026 | 09:12:54 WIB
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Investor Pantau Level Termurah

JAKARTA - Pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan pelaku pasar pada Rabu, 14 Januari 2026. 

Di Pegadaian, dua produk logam mulia yang banyak diminati masyarakat, yakni emas Galeri24 dan UBS, kompak menunjukkan kenaikan harga dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini mempertegas tren positif emas di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi, sekaligus membuka ruang pertimbangan baru bagi investor ritel yang ingin masuk di level harga tertentu.

Kenaikan harga emas Pegadaian hari ini juga tidak berdiri sendiri. Faktor eksternal seperti data inflasi Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS, hingga tensi geopolitik global turut membentuk sentimen pasar. Di sisi lain, masyarakat tetap mencermati harga emas Pegadaian karena dianggap lebih dekat dengan kebutuhan investasi fisik jangka menengah hingga panjang.

Kenaikan serentak emas Galeri24 dan UBS

Harga emas Galeri24 hari ini tercatat naik Rp15.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.661.000 menjadi Rp2.676.000 per gram. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar domestik terhadap penguatan harga emas global yang masih bertahan di level tinggi. Galeri24 sendiri dikenal menawarkan variasi ukuran yang luas, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara 1 kilogram.

Sementara itu, emas UBS juga mengalami kenaikan harga meskipun dengan besaran yang lebih kecil. Harga emas UBS naik Rp11.000 per gram, dari semula Rp2.716.000 menjadi Rp2.727.000 per gram. Produk UBS dijual dengan kuantitas mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram, sehingga memberikan alternatif bagi investor dengan kebutuhan modal yang beragam.

Daftar harga emas Pegadaian hari ini

Berdasarkan data yang dikutip dari Antara, berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian per 14 Januari 2026. Untuk emas Galeri24, harga 0,5 gram dibanderol Rp1.404.000, ukuran 1 gram Rp2.676.000, dan 2 gram Rp5.271.000. Ukuran yang lebih besar seperti 5 gram dijual Rp13.079.000, sedangkan 10 gram berada di level Rp26.089.000.

Pada ukuran menengah hingga besar, emas Galeri24 25 gram dipatok Rp65.061.000, 50 gram Rp130.020.000, dan 100 gram Rp259.911.000. Sementara itu, ukuran 250 gram mencapai Rp648.182.000, 500 gram Rp1.296.362.000, dan 1.000 gram atau 1 kilogram sebesar Rp2.592.723.000.

Untuk emas UBS, harga 0,5 gram berada di Rp1.474.000 dan 1 gram Rp2.727.000. Ukuran 2 gram dijual Rp5.411.000, sedangkan 5 gram mencapai Rp13.373.000. Pada ukuran 10 gram, harga tercatat Rp26.605.000, sementara 25 gram Rp66.382.000 dan 50 gram Rp132.491.000.

Adapun emas UBS ukuran 100 gram dibanderol Rp264.878.000, 250 gram Rp661.999.000, dan 500 gram mencapai Rp1.322.443.000. Daftar harga ini menjadi acuan penting bagi investor yang ingin menyesuaikan strategi pembelian sesuai kapasitas dan tujuan investasi.

Harga emas global masih di level tinggi

Kenaikan harga emas Pegadaian sejalan dengan pergerakan harga emas global yang sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Harga emas melonjak setelah data inflasi Amerika Serikat memperkuat spekulasi mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global juga terus mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai atau safe-haven.

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot stabil di level USD 4.591,49 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi USD 4.634,33 di awal sesi perdagangan. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup melemah 0,3 persen ke level USD 4.599,10 per ons. Meski terjadi koreksi tipis, harga emas masih berada di kisaran historis yang tinggi.

Data inflasi AS dorong sentimen positif

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, menyampaikan bahwa sentimen positif di pasar didorong oleh data Indeks Harga Konsumen AS yang dinilai menggembirakan. Data tersebut mengindikasikan peluang yang lebih besar bagi penurunan suku bunga The Fed di masa mendatang.

Indeks Harga Konsumen inti AS tercatat naik 0,2 persen secara bulanan dan 2,6 persen secara tahunan pada Desember. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 0,3 persen bulanan dan 2,7 persen tahunan. Kondisi ini memperkuat daya tarik emas, mengingat suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Faktor geopolitik dan kebijakan bank sentral

Selain data inflasi, faktor fundamental lain seperti ketegangan geopolitik turut menopang harga emas. Kekhawatiran atas independensi The Fed meningkat setelah pemerintahan Donald Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Langkah tersebut menuai kritik dari mantan pejabat bank sentral dan komunitas keuangan global.

Di sisi lain, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 25 persen pada negara-negara yang berdagang dengan Iran, yang berpotensi memicu ketegangan baru dengan China sebagai mitra utama Teheran. Situasi global semakin memanas dengan serangan Rusia ke sejumlah kota di Ukraina menggunakan rudal dan drone.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Commerzbank bahkan menaikkan perkiraan harga emas akhir tahun 2026 menjadi USD 4.900 per ons. Sementara itu, CME Group menyatakan akan menyesuaikan penetapan margin untuk logam mulia guna merespons volatilitas pasar. Seluruh faktor ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi yang tetap diminati di tengah ketidakpastian, termasuk di pasar domestik seperti Pegadaian.

Terkini

6 Buah Efektif Meredakan Kram Saat Haid Alami

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:30:22 WIB

8 Buah Rendah Gula Yang Cocok Untuk Diet Sehat

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:30:20 WIB

Samsung Galaxy S26 Resmi Hadir dengan Kamera Baru 24MP

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:30:19 WIB

Kerja Singkat Pakai Canva Bisa Hasilkan Uang Banyak

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:30:17 WIB

Apple Siri Kini Gunakan Google Gemini, Elon Musk Soroti

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:30:16 WIB