Sayuran Terpapar Mikroplastik, Ini Daftar Terbanyak Ditemukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 14:31:58 WIB
Sayuran Terpapar Mikroplastik, Ini Daftar Terbanyak Ditemukan

JAKARTA - Kehadiran mikroplastik dalam makanan kini menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat. 

Partikel plastik sangat kecil ini berasal dari limbah industri, pakaian sintetis, hingga sampah lingkungan yang terdegradasi. Ketika tertelan, mikroplastik dapat menempel di dinding usus dan memicu peradangan, bahkan melemahkan sistem imun tubuh.

Penyebarannya yang cepat membuat mikroplastik kini ditemukan dalam rantai makanan global, termasuk buah dan sayuran yang sehari-hari dikonsumsi. Paparan terus-menerus dapat menambah risiko gangguan kesehatan jangka panjang, terutama bagi anak-anak dan individu dengan sistem imun lemah.

Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research meneliti lebih dari 12 jenis protein dan menemukan hampir 90% sampel mengandung mikroplastik. Protein tersebut termasuk daging sapi, udang, dada ayam, nugget, serta berbagai alternatif daging nabati. Penelitian ini menegaskan bahwa paparan mikroplastik tidak hanya terbatas pada produk laut atau daging saja.

Sayuran juga menjadi sumber mikroplastik tersembunyi. Penelitian yang dipublikasikan di Environmental Science pada Agustus 2020 menemukan 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran kurang dari 10 mikrometer dalam berbagai jenis buah dan sayur. Angka ini menimbulkan kekhawatiran bagi konsumen yang rutin mengonsumsi sayuran segar.

Sayuran dan Buah dengan Kontaminasi Tertinggi

Apel dan wortel menempati peringkat teratas sebagai buah dan sayur paling banyak mengandung mikroplastik, dengan lebih dari 100.000 partikel per gram. Partikel terkecil ditemukan di wortel, sedangkan potongan plastik terbesar terdeteksi di selada.

Selain itu, penelitian Universitas Catania, Italia, juga menemukan plastik mikro dalam wortel, selada, apel, dan pir. Apel rata-rata mengandung 195.500 partikel per gram, sementara pir mengandung sekitar 189.500 partikel per gram. Hasil ini menunjukkan bahwa konsumsi buah dan sayur sehari-hari berpotensi menjadi jalur utama masuknya mikroplastik ke tubuh manusia.

Brokoli dan wortel juga tercatat sebagai sayuran paling terkontaminasi. Kedua jenis sayuran ini memiliki lebih dari 100.000 partikel plastik per gram, membuatnya menjadi perhatian penting bagi praktisi kesehatan dan konsumen yang ingin mengurangi paparan plastik.

Mekanisme Penyerapan Mikroplastik pada Tanaman

Beberapa studi menemukan bahwa mikroplastik dapat menembus akar tanaman, seperti pada selada dan gandum. Nanoplastik yang lebih kecil juga diserap melalui sistem perakaran, kemudian terbawa ke batang dan daun. Hal ini menunjukkan bahwa kontaminasi tidak hanya berada di permukaan tanaman, tetapi juga terserap ke dalam jaringan tanaman itu sendiri.

Buah dan sayuran mengakumulasi mikroplastik melalui air atau tanah yang terkontaminasi partikel plastik. Air irigasi, pupuk, maupun residu plastik yang masuk ke tanah menjadi jalur utama kontaminasi. Akumulasi ini membuat langkah mencuci atau mengupas tidak sepenuhnya menghilangkan risiko konsumsi mikroplastik.

Para ilmuwan menekankan perlunya pemantauan lingkungan dan praktik pertanian yang lebih bersih untuk meminimalkan akumulasi plastik pada tanaman. Tanpa pengelolaan yang tepat, kontaminasi ini bisa terus meningkat seiring pertumbuhan produksi pangan global.

Dampak Kesehatan dan Risiko Jangka Panjang

Ketika mikroplastik tertelan, partikel ini dapat menempel di dinding usus dan memicu peradangan. Paparan jangka panjang berpotensi melemahkan sistem imun, mengganggu penyerapan nutrisi, dan meningkatkan risiko penyakit kronis. Anak-anak dan orang dengan kondisi medis tertentu menjadi kelompok paling rentan.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik dapat membawa zat kimia berbahaya atau polutan yang menempel pada permukaannya. Zat ini dapat masuk ke tubuh bersama partikel plastik, menambah risiko gangguan hormon, metabolisme, dan organ tubuh tertentu.

Konsumsi rutin buah dan sayur yang terkontaminasi bisa menjadi jalur paparan yang tidak disadari. Hal ini menegaskan pentingnya kesadaran konsumen, pemantauan lingkungan, dan penelitian lanjutan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat mikroplastik.

Upaya Mengurangi Paparan Mikroplastik

Konsumen dapat meminimalkan paparan dengan mencuci sayur dan buah secara menyeluruh, serta mengupas kulit bila memungkinkan. Memilih produk organik atau dari pertanian yang terpantau kebersihannya juga membantu.

Selain itu, masyarakat perlu mendukung praktik pengelolaan limbah plastik yang lebih baik. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendaur ulang sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan dapat menurunkan jumlah partikel plastik yang masuk ke tanah dan air.

Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur di Hong Kong, mengingatkan, "Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik." Pernyataan ini menegaskan bahwa paparan plastik bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga masalah kesehatan yang perlu ditangani secara serius.

Kesadaran akan kontaminasi mikroplastik dalam sayuran dan buah merupakan langkah pertama untuk melindungi kesehatan masyarakat. Kombinasi kesadaran konsumen, praktik pertanian bersih, dan pengelolaan limbah yang baik menjadi strategi utama mencegah akumulasi plastik dalam rantai makanan global.

Terkini

Malaysia Targetkan 4,6 Juta Turis Indonesia Tahun 2026

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:55:17 WIB

Maskapai Low-Cost Paling Aman Dunia 2026 Terungkap

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:55:14 WIB

11 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Kuku Tetap Sehat

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:55:12 WIB

Tren Baju Lebaran 2026 Gamis Berompi Kini Populer

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:55:11 WIB