Prabowo Dijadwalkan Resmikan Proyek RDMP Kilang Balikpapan Rp123 Triliun Hari Ini 12 Januari 2025

Senin, 12 Januari 2026 | 10:51:49 WIB
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Proyek RDMP Kilang Balikpapan Rp123 Triliun Hari Ini 12 Januari 2025

JAKARTA - Pemerintah kembali menandai langkah penting dalam penguatan sektor energi nasional melalui peresmian proyek kilang berskala besar. 

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin, 12 Januari 2026.Proyek strategis ini menjadi simbol percepatan hilirisasi energi sekaligus upaya memperkokoh ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika global.

Rencana peresmian RDMP Balikpapan tersebut telah dibahas secara khusus dalam rapat terbatas yang digelar Presiden Prabowo bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Rapat berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Januari 2025, sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum peresmian dilakukan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu agenda strategis pemerintah dalam mendorong pengembangan industri energi bernilai tambah di dalam negeri. Ia menyebut peresmian ini menjadi momentum penting bagi penguatan infrastruktur energi nasional.

“Rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026,” ujar Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Proyek Strategis Nasional Penguatan Energi

RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis nasional yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kilang, sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia. Proyek ini difokuskan pada pengolahan minyak mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi, sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong hilirisasi sektor energi.

Proyek yang digarap oleh PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) ini mencakup sistem yang terintegrasi mulai dari penerimaan minyak mentah, proses pengolahan, hingga fasilitas penunjang untuk menjamin keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh. Dengan konsep terintegrasi tersebut, RDMP Balikpapan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.

Dibangun sejak 2019, proyek ini menjadi salah satu tonggak penting modernisasi kilang nasional. Total investasi yang digelontorkan mencapai sekitar Rp123 triliun, yang diarahkan untuk memodernisasi kilang eksisting agar mampu mengolah minyak dengan kapasitas lebih besar dan menghasilkan produk BBM berkualitas tinggi serta ramah lingkungan.

Selain itu, RDMP Balikpapan juga berperan dalam mendorong pengembangan industri petrokimia nasional, sehingga nilai tambah dari pengolahan minyak mentah dapat dinikmati di dalam negeri.

Tiga Lingkup Utama Pembangunan

RDMP Balikpapan dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung dan terintegrasi. Setiap lingkup memiliki peran strategis dalam memastikan proyek berjalan optimal dan berkelanjutan.

Lingkup pertama adalah tahap early work yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan. Tahapan ini meliputi persiapan dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, serta pembangunan berbagai fasilitas penunjang konstruksi. Early work menjadi fondasi penting untuk mendukung kelancaran dan keselamatan seluruh tahapan konstruksi utama RDMP Balikpapan.

Lingkup kedua berfokus pada pengembangan dan pembangunan fasilitas utama kilang. Dalam tahap ini, Pertamina membangun total 39 unit fasilitas, yang terdiri dari 21 unit proses baru dan 13 unit utilitas pendukung. Selain pembangunan unit baru, proyek ini juga mencakup revitalisasi empat unit fasilitas utama pengolahan.

Revitalisasi tersebut meliputi unit distilasi minyak mentah, unit pengolahan residu, unit hydrocracking dan hydrotreating, serta unit pemulihan LPG. Pembangunan dan pembaruan unit-unit ini ditujukan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pengolahan minyak mentah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk BBM agar memenuhi standar yang lebih tinggi.

Lingkup ketiga adalah penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah. Pada tahap ini, Pertamina membangun dua tangki penyimpanan minyak mentah dengan kapasitas masing-masing 1 juta barel. Infrastruktur pendukung lainnya meliputi pembangunan jaringan pipa transfer line onshore dan offshore berdiameter 20 inci, unloading line onshore dan offshore berdiameter 52 inci, serta fasilitas Single Point Mooring (SPM).

Fasilitas SPM tersebut dirancang untuk melayani kapal tanker berkapasitas hingga 320.000 DWT, sehingga mampu meningkatkan fleksibilitas dan keandalan penerimaan minyak mentah dari berbagai sumber.

Komitmen Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Melalui peresmian RDMP Balikpapan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat hilirisasi energi nasional. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat industri energi dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, serta menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

Selain memperkuat sektor energi, RDMP Balikpapan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun fondasi ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi. Infrastruktur energi yang andal dinilai menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan industri dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Rapat terbatas yang membahas peresmian proyek ini turut dihadiri sejumlah menteri terkait, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dengan diresmikannya RDMP Balikpapan, pemerintah berharap proyek strategis ini dapat menjadi penggerak utama transformasi sektor energi nasional menuju sistem yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Terkini