JAKARTA - Durian dikenal sebagai raja buah dengan aroma kuat dan rasa manis legit. Namun, tidak semua durian yang dibeli langsung dari pasar sudah matang sempurna, sehingga sering kurang nikmat saat disantap.
Buah durian yang masih mentah biasanya memiliki daging keras dan rasa kurang optimal. Proses pematangan alami membutuhkan waktu dan dipengaruhi oleh jenis durian serta cara penyimpanannya.
Bagi penggemar durian, memahami teknik pemeraman menjadi kunci agar buah manis dan lezat. Artikel ini akan membahas berbagai metode, mulai tradisional hingga modern, untuk memastikan durian matang sempurna di rumah, sebagaimana Liputan6.com rangkum pada Senin, 12 Januari 2026.
Metode Tradisional untuk Memeram Durian
Salah satu cara populer adalah menyimpan durian dalam wadah kedap udara. Lingkungan tertutup ini meningkatkan suhu dan kadar karbon dioksida di sekitar buah, mempercepat pematangan secara alami.
Cukup letakkan durian di dalam wadah yang bisa ditutup rapat dan diamkan selama satu hingga dua hari. Durian biasanya matang sempurna dalam waktu kurang dari seminggu dengan teknik ini.
Pendam durian dalam beras juga menjadi metode tradisional yang ampuh. Beras membantu menjaga suhu dan kelembaban di sekitar buah, mempercepat proses pematangan durian yang masih mentah.
Caranya, siapkan wadah besar, isi dengan beras, dan letakkan durian hingga seluruh bagian tertutup rapat. Tutup wadah dan diamkan semalaman; aroma durian yang khas menjadi tanda kematangan.
Metode menggantung durian dengan tali merupakan teknik lain yang alami. Buah diikat pada tangkainya dan digantung di tempat aman, sehingga gravitasi membantu distribusi nutrisi dalam durian.
Semakin tua durian saat dipetik, semakin cepat proses pematangannya. Tanda durian matang sempurna adalah sekat buah akan lepas dan buah jatuh sendiri, menghasilkan rasa manis alami.
Teknik Modern dan Bantuan Bahan Tambahan
Penggunaan karbit menjadi solusi cepat untuk memeram durian. Karbit menghasilkan gas yang mempercepat pematangan, cocok bagi yang tidak sabar menunggu proses alami.
Bungkus sedikit karbit dengan kain basah, lalu letakkan bersama durian dalam wadah tertutup rapat. Tunggu 2 hingga 4 hari, dan durian akan mulai mengeluarkan aroma kuat; jangan gunakan karbit berlebihan agar rasa tetap alami.
Beberapa petani juga menggunakan madu pada tangkai durian. Madu murni, seperti madu klanceng atau Apis cerana, mempercepat kematangan dengan cara mengoles satu tetes pada ruas tangkai yang dipotong.
Setelah diolesi madu, durian disimpan di tempat teduh selama 2–4 hari. Durian akan matang, tangkai bagian atas cincin lepas, dan daging buah berwarna kuning manis legit.
Extra Joss, minuman energi yang mengandung vitamin B, ternyata bisa membantu pematangan durian. Bubuk Extra Joss dioleskan pada tangkai yang dipotong, memicu reaksi kimia yang mempercepat kematangan.
Simpan durian setelah perlakuan di tempat sejuk; aroma khas akan muncul keesokan harinya. Metode ini juga dipercaya dapat mengurangi risiko ulat berkembang di dalam buah.
Tips Menjamin Durian Matang dan Manis Maksimal
Membungkus durian dengan plastik atau koran mempertahankan gas etilen yang dihasilkan buah. Gas ini merupakan hormon alami yang mempercepat pematangan, sehingga durian lebih cepat matang.
Setelah diolesi madu atau karbit, bungkus durian rapat dengan plastik atau koran, kemudian simpan di tempat sejuk dan teduh. Proses ini biasanya memakan waktu 1–2 hari, menghasilkan daging durian lembut dan manis.
Peram durian dalam kardus juga efektif, terutama bila dikombinasikan dengan metode lain. Kardus menciptakan lingkungan tertutup yang menjaga suhu dan konsentrasi gas etilen di sekitar buah.
Kombinasi beras dan wadah kedap udara merupakan metode paling optimal. Beras membantu menyerap kelembaban, sementara wadah menahan gas etilen dan karbon dioksida, mempercepat pematangan secara merata.
Umur durian yang cukup sebelum dipetik sangat penting. Buah yang terlalu muda sulit matang sempurna, bahkan dengan metode percepatan, sehingga kualitas dan rasa durian akan kurang maksimal.
Umur ideal durian untuk diperam adalah minimal 80–90 hari setelah bunga mekar, dengan beberapa varietas dapat dipanen pada 105–125 hari. Durian montong, misalnya, biasanya berumur 125–135 hari sebelum siap dipanen.
Ciri durian tua siap diperam antara lain adanya garis pembatas pada tangkai dan duri yang terasa lebih lentur saat disentuh. Durian yang sudah tua memiliki peluang lebih besar untuk matang manis, meski belum jatuh dari pohon.
Potong tangkai di atas ruas, bukan di bawah. Pemotongan yang tepat memastikan daging buah matang merata dan berwarna kuning cantik, menghasilkan rasa legit yang maksimal.
Hindari paparan sinar matahari langsung saat durian diperam. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak proses pematangan dan mengurangi kualitas rasa buah.
Cek aroma dan kekenyalan kulit sebagai indikator kematangan. Durian yang matang sempurna akan mengeluarkan aroma kuat, kulit sedikit retak, dan duri terasa lunak saat ditekan.
Dengan teknik pemeraman yang tepat, durian mentah pun bisa disulap menjadi buah manis dan legit. Kombinasi pemilihan durian yang cukup umur dan perawatan saat pemeraman menjadi kunci menghasilkan durian raja yang sempurna di rumah.